Fles atas belajar matematika

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

STRUKTUR DAN RINCIAN TUGAS PENGURUS OSIS




Ketua

  1. Memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana.
  2. Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan . 
  3. Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh aparat kepengurusan.
  4. Memimpin rapat.
  5. Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat.
  6. Setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan.

Wakil Ketua 

  1. Bersama-sama ketua menetapkan kebijaksanaan.
  2. Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan.
  3. Menggatikan ketua jika berhalangan.
  4. Membantu ketua dalam melaksanakan tugsnya.
  5. Bertanggung jawab kepada ketua.
  6. Wakil ketua I bersama dengan wakil sekretaris Imengkoordinasikan 4 seksi I, II, III dan IV wakil ketua II bersama-sama dengan wakil sekretaris II mengkoordinil 4 seksi V, VI, VII dan VIII.

Sekretaris

  1. Menberi saran/ masukan kepada ketua dalam mengambil keputusan.
  2. Mendampingi ketua dalam memimpin setiap rapat.
  3. Menyiarkan, mendistribusikan dan menyiapkan surat serta arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan.
  4. Bersama ketua menandatangani setiap surat
  5. Bertanggung jawab atas tertip administrasi organisasi.
  6. Bertindak sebagai notulis dalam rapat atau diserahkan kepada wakil sekretaris 

Wakil Sekretaris

  1. Aktif membantu pelaksanaan tugas sekretaris.
  2. Menggantikan sekretaris jika sekretaris berhalangan.
  3. Masing-masing wakil sekretaris membantu para wakil ketua mengkoordinasikan seksi I, II, III, IV dan seksi V, VI, VII, VIII.

Bendahara dan Wakil Bendahara

  1. Bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukan pengeluaran uang/ biaya yang diperlukan.
  2. Membuat tanda bukti kwitansi setiap pemasukan/ pengeluaran uang untuk pertanggung jawaban.
  3. Bertanggung jawab atas inventaris dan perbendaharaan.
  4. Menyampaikan laporan keuangan secara berkala. 

Ketua Seksi

Seragam Sekolah Nasional Permendikbud No 45 Tahun 2014

Untitled Document

ATURAN SERAGAM SEKOLAH

Mengenai pakaian seragam sekolah mulai jenjang SD, SMP, SMA mulai tahun pelajaran 2014/2015 diatur oleh Permendikbud nomor 45 tahun 2014 sebagai berikut :

Pakaian Seragam Nasional SD/SDLB

  • Pakaian Seragam Peserta Didik Putra, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Kemeja putih lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri dan dimasukkan kedalam celana;
  2. Celana pendek warna merah hati, panjang celana 5 cm di atas lutut, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan; atau celana panjang warna merah hati model biasa/lurus, panjang celana sampai mata kaki, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan;
  3. Ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
  4. Kaos kaki putih polos minimal 10 cm di atas mata kaki;
  5. Sepatu hitam.
  • Pakaian Seragam Peserta Didik Putri, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Kemeja putih lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri dan dimasukkan kedalam rok;
  2. Rok pendek warna merah hati, lipit searah, tanpa saku, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, panjang rok 5 cm di bawah lutut; atau rok panjang warna merah hati sampai mata kaki, lipit searah, tanpa saku, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang;
  3. Ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
  4. Kaos kaki putih polos minimal 10 cm di atas mata kaki;
  5. Sepatu hitam.
  • Pakaian Seragam Khas Muslimah, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Kemeja putih lengan panjang sampai pergelangan tangan, memakai satu saku di sebelah kiri dan dimasukkan kedalam rok;
  2. Jilbab putih;
  3. Rok panjang warna merah hati sampai mata kaki, lipit searah, tanpa saku, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang;
  4. Ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
  5. Kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
  6. Sepatu hitam.
  • Atribut Seragam, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Badge SD dijahitkan pada saku kemeja
  2. Badge merah putih dijahitkan pada atas saku kemeja;
  3. Badge nama peserta didik dijahitkan pada kemeja bagian dada sebelah kanan;
  4. Badge nama sekolah dan nama kabupaten/kota dijahitkan pada lengan kemeja sebelah kanan.

GAMBAR SERAGAM NASIONAL UNTUK TINGKAT SD/ SDLB

Pakaian Seragam Nasional SMP/ SMPLB

  • Pakaian Seragam Peserta Didik Putra, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Kemeja putih lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri
  2. Celana pendek warna biru tua, panjang celana 5 cm di atas lutut, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan serta satu saku vest belakang sebelah kanan; atau celana panjang warna biru tua, model biasa/lurus, panjang celana sampai mata kaki dengan lingkar kaki minimal 44 cm, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan serta satu saku vest belakang sebelah kanan;
  3. Ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
  4. Kaos kaki putih polos minimal 10 cm di atas mata kaki;
  5. Sepatu hitam.
  • Pakaian Seragam Peserta Didik Putri, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Kemeja putih lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri;
  2. Rok warna biru tua dengan lipit hadap di kiri dan kanan bagian muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk tempat ikat pinggang, panjang rok 5 cm di bawah lutut; atau rok panjang sampai mata kaki, warna biru tua dengan lipit hadap di kiri dan kanan bagian muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam di bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk tempat ikat pinggang;
  3. Ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
  4. Kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki; sepatu hitam.
  • Pakaian Seragam Khas Muslimah, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Kemeja putih lengan panjang sampai pergelangan tangan, memakai satu saku di sebelah kiri;
  2. Jilbab putih;
  3. Rok panjang sampai mata kaki, warna biru tua dengan lipit hadap di kiri dan kanan bagian muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam di bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk tempat ikat pinggang;
  4. Ikat pinggang ukuran lebar 3 cm, warna hitam;
  5. Kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
  6. Sepatu hitam.
  • Atribut, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Badge OSIS dijahitkan pada saku kemeja;
  2. Badge merah putih dijahitkan pada atas saku kemeja;
  3. Badge nama peserta didik dijahitkan pada kemeja bagian dada sebelah kanan;
  4. Badge nama sekolah dan nama kabupaten/kota dijahitkan pada lengan kemeja sebelah kanan.

GAMBAR SERAGAM NASIONAL UNTUK TINGKAT SMP/ SMPLB

Pakaian Seragam Nasional SMA/ SMALB

  • Pakaian Seragam Peserta Didik Putra, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Kemeja putih, lengan pendek memakai satu saku di sebelah kiri;
  2. Celana panjang abu-abu model biasa/lurus, panjang celana sampai mata kaki dengan lingkar kaki minimal 44 cm, bagian pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang, saku dalam pada sisi kiri dan kanan dan satu saku vest belakang sebelah kanan;
  3. Ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
  4. Kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
  5. Sepatu hitam.
  • Pakaian Seragam Peserta Didik Putri, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Kemeja putih, lengan pendek, memakai satu saku di sebelah kiri;
  2. Rok abu-abu dengan lipit hadap pada tengah muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk tempat ikat pinggang, panjang rok 5 cm di bawah lutut; atau rok abu-abu panjang sampai mata kaki, dengan lipit hadap pada tengah muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam pada bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang;
  3. Ikat pinggang ukuran lebar 3 cm warna hitam;
  4. Kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
  5. Sepatu hitam.
  • Pakaian Seragam Khas Muslimah, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Kemeja putih, lengan panjang sampai pergelangan tangan, memakai satu saku di sebelah kiri;
  2. Jilbab putih;
  3. Rok abu-abu panjang sampai mata kaki, dengan lipit hadap pada tengah muka, ritsluiting di tengah belakang, saku dalam pada bagian sisi rok, di pinggang disediakan tali gesper untuk ikat pinggang;
  4. Ikat pinggang ukuran lebar 3 cm, warna hitam;
  5. Kaos kaki putih minimal 10 cm di atas mata kaki;
  6. Sepatu hitam.
  • Atribut, dengan aturan sebagai berikut:
  1. Badge OSIS dijahitkan pada saku kemeja;
  2. Badge merah putih dijahitkan pada atas saku kemeja;
  3. Badge nama peserta didik dijahitkan pada kemeja bagian dada sebelah kanan;
  4. Badge nama sekolah dan nama kabupaten/kota dijahitkan pada lengan kemeja sebelah kanan.

GAMBAR SERAGAM NASIONAL UNTUK TINGKAT SMA/ SMALB

 

Sumber : Permendikbud No 45 Tahun 2014

Prinsip Perkalian_Peluang

Untitled Document

PRINSIP PERKALIAN

Bila suatu kegiatan pertama dapat dilakukan dengan n1 cara berlainan, kegiatan kedua dengan n2 cara berlainan, kegiatan ketiga dengan n3 cara yang berlainan ..... dan seterusnya, untuk kegiatan Ke - r dengan nr cara yang berlainan. Banyaknya cara untuk melakukan r kegiatan itu adalah:

(n1 x n2x n3 x ....... x nr) Cara

Keterangan:

  1. n1 = Cara untuk mengisi tempat pertama,
  2. n2 = Cara untuk mengisi tempat kedua setelah tempat pertama terisi,
  3. n3 = Cara untuk mengisi tempat ketiga setelah tempat pertama dan kedua terisi dan seterusnya ......
  4. nr = Cara untuk mengisi tempat yang Ke - r setelah tempat pertama, kedua, ketiga, .... dan Ke - (r - 1) terisi banyaknya cara.

Prinsip dasar membilang inilah yang disebut aturan pengisian tempat yang tersedia (Filling Slots). untuk lebih jelasnya lagi perhatikan simulasi dibawah ini:

Transformasi Geometri

Untitled Document

TRANSFORMASI

Transformasi geometri merupakan suatu pemetaan satu - satu dan sembarang titik P pada suatu bidang hingga memperoleh bayangan P' pada bidang yang sama.

Jenis - jenis Transformasi :

  1. Translasi (pergeseran)
  2. Refleksi (pencerminan)
  3. Dilatasi (perkalian)
  4. Rotasi (perputaran)

Tabel Transformasi Geometri semua titik pada bidang dan bentuk matriks :

NO TRANSFORMASI GEOMETRI BENTUK MATRIKS
1.
Identitas
2.
Pencerminan terhadap sumbu x
3.
Pencerminan terhadap sumbu y
4.
Pencerminan terhadap titik asal O (setengah putaran dengan pusat O)
5.
Pencerminan terhadap garis y = x
6.
Pencerminan terhadap garis y = -x
7.
Putaran dengan pusat 0 dan sudut putar +90*
8.
Putaran dengan pusat 0 dan sudut putar -90*
9.
Putaran dengan pusat 0 dan sudut putar 180*
10.
Putaran dengan pusat 0 dan sudut putar 270*
11.
Putaran dengan pusat 0 dan sudut putar alfa
12.
Perkalian (dilatasi) dengan pusat 0 dan faktor skala P
13. Translasi oleh vektor V pada titik P (x, y)

Untuk pembehasan lebih lanjut perhatikan media pembelajaran berikut:

Menentukan bilangan prima dengan Saringan Eratosthenes

Untitled Document

Saringan Eratosthenes


Tabel dibawah ini tentunya sering kalian jumpai dan pola hal yang demikian sering kita dengar yakni metoda Saringan Eratosthenes, digunkanan untuk menentukan bilangan prima yang telah ditentukan, tetapi perlu kalian ketahui ilmuan matematika terkenal dari Yunani Eratosthenes (276-194 SM) bukan yang menemukan bilangan prima yang pertama kali. Untuk lebih memahami siapa penemu bilangan prima kalian diwajibkan kembali ke Pemahaman Aljabar.

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100

Langkah - langkah dalam menentukan bilangan prima 2 - 100 sebagai berikut :

  1. Daftarkam semua bilangan tersebut yaitu 2, 3, ..., 100 dapat dibentuk sperti tabel diatas
  2. Biarkan bilangan 2 sebagai bilangan prima pertama, silang semua bilangan kelipatan 2 yaitu 4, 6, 8 ...
  3. Setelah bilangan 2, bilangan pertama tidak tercoret adalah 3. pertahankan bilangan 3 sebagai prima kedua, silang semua kelipatan 3 yaitu 6, 9, 12, ...
  4. Bilangan pertama setelah 3 yang tidak tercoret adalah 5. pertahankan bilangan 5 sebagai prima ketiga, silang semua kelipatan 10, 15, 20, ...
  5. Cara yang sama dilakukan untuk bilangan 7
  6. Bilangan yang tidak tercoret merupakan bilangan prima.

Dari sedikit penjelasan diatas silahkan dicoba semoga bermanfaat buat kalian semua.

Volume Bangun Ruang

Untitled Document

Macam-macam Bangun Ruang

Bangun ruang adalah bagian ruang yang dibatasi oleh himpunan titik-titik yang terdapat pada seluruh permukaan bangun tersebut. Permukaan bangun itu disebut sisi (P4TKmatematika.org).

Definisi Bangun Ruang:

  1. Kubus adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh enam bidang sisi yang berbentuk bujur sangkar.
  2. Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi atau persegi panjang , dengan paling tidak satu pasang di antaranya berukuran berbeda.
  3. prisma adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh alas dan tutup identik berbentuk segi-n dan sisi-sisi tegak berbentuk segiempat . Dengan kata lain prisma adalah bangun ruang yang mempunyai penampang melintang yang selalu sama dalam bentuk dan ukuran.
  4. limas adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh alas berbentuk segi-n dan sisi-sisi tegak berbentuk segitiga .
  5. kerucut adalah sebuah limas istimewa yang beralas lingkaran.
  6. tabung atau silinder adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh dua buah lingkaran identik yang sejajar dan sebuah persegi panjang yang mengelilingi kedua lingkaran tersebut.
  7. bola adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tak hingga lingkaran ber jari-jari sama panjang dan berpusat pada satu titik yang sama. (wikipedia.org)

Tabel unsur-unsur bangun ruang (Indriastuti. 2009. Dunia Matematika.Solo : Tiga Serangkai):

No
Nama Bangun Ruang
Banyak
Rumus
Sisi
Rusuk
Titik Sudut
Luas Permukaan
Volume
1.
Kubus
6
12
8
2.
Balok
6
12
8
3.
Prisma Segitiga Sama Sisi
5
9
6
4.
Limas Segitiga Sama Sisi
4
6
4
5.
Limas Segi Empat
5
8
5
6.
Kerucut
2
1
1
7.
Tabung
3
2
0
8.
Bola
1
0
0

Web : Belajar Matematika

Fb : Belajar matematika,tukar ilmu dan informasi

Cepretan Upacara


Petugas Upacara Hut RI ke 68
SMP N 10 Pekalongan
Petugas Upacara 2013/2014


Inspektur Upacara Hut RI ke 68
Kepala SMP N 10 PKL "Nurkhofifah, S.Pd"
http://e-belajarmatematika.blogspot.com/
Sang Merah Putih

Cepretan Pesantren Kilat

http://e-belajarmatematika.blogspot.com/2013/08/cepretan-serenada.html
Penyerahan Hadiah oleh
Kepala SMP N 10 PKL
Nurkhofifah, S.Pd
Simthudduror 
Diah Nur Aini "Puisi Islami"
Ahmad Muhtadin, S.Ag

Suasana Kegiatan

Cepretan Serenada

http://e-belajarmatematika.blogspot.com/
SMP N 10 PKL, Budi Purwanto, S.Pd
http://e-belajarmatematika.blogspot.com/
SMP N 10 PKL, Adi Permana, S.Pd

http://e-belajarmatematika.blogspot.com/
SMP N 10 PKL, Adi Permana, S.Pd



Latihan Online Bilangan Bulat SMP VII Semester 1

BILANGAN BULAT

Standar Kompetensi:
Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaanya dalam pemecahan masalah.

Kompetensi Dasar:
Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan

KERJAKAN SOAL BERIKUT DENGAN JUJUR SEHINGGA KAMU DAPAT MENGETAHUI KEMAMPUAN KAMU SEBENARNYA!

Pendekatan Nilai Phi

       Phi adalah sebuah konstanta dalam matematika yang merupakan perbandingan keliling lingkaran dengan diameternya. Nilai dalam 20 tempat desimal adalah 3,14159265358979323846. Banyak rumus dalam matematika, sains, dan teknik yang menggunakan π, yang menjadikannya salah satu dari konstanta matematika yang penting.

    Phi adalah bilangan irasional, yang berarti nilai π tidak dapat dinyatakan dalam pembagian bilangan bulat. Nilai π yang lazim digunakan adalah 3,14 atau 22/7 namun untuk lebih tepatnya, sudah dicari sampai > 1,241,100,000,000 tempat desimal. Nilai π sampai 10 tempat desimal adalah 3,14159265358

Rumus pendekatan Phi (π):

                                              

      Phi tidak hanya sebuah nomor irasional tetapi juga bilangan yang sulit dipahami. Istilah Phi sendiri diambil dari huruf Yunani "Phiwas". Itu juga merupakan Abjad Yunani yang ke-16. Seorang pengusaha di Cleveland Amerika Serikat menerbitkan buku pada tahun 1931 yang mengumumkan bahwa nilai Phi adalah 256/81. Jika kita mencetak milyaran dari desimal Phi maka angka itu akan merengkang dari New York City ke Kansas. Fakta menarik lain mengenai Phi adalah kita tidak akan menemukan NOL dalam 31 digit pertamadalam Phi.




Langkah Sederhana Pendekatan nilai Phi


Alat dan Bahan:

Penggaris, Jangka sorong, tali, kalkulator, macam-macam benda yang berbentuk lingkaran dalam berbagai ukuran.

Cara Kerja:
  1. Pilihlah sebuah benda berbentuk lingkaran yang telah kamu dapatkan.
  2. Gunakan penggaris untuk mengukur panjang diameter benda yang berbentuk lingkaran tersebut, Catat Hasilnya !!! (bisa menggunakan jangka sorong)
  3. Lilitkan tali pada benda itu (lingkaran yang telah kamu dapatkan). Beri tanda pada tali tempat pertemuan ujung dan pangkalnya.
  4. Lepaskan tali dan bentangkan. Ukurlah panjang antara ujung dan pangkal tali. Catat Hasilnya !!! (Hasil ini merupakan keliling lingkaran)
  5. Bagilah keliling itu dengan diameter. Catat Hasilnya !!
  6. Ulangi kegiatan tersebut diatas dengan benda-benda berbentuk lingkaran berbagai ukuran.

Sumber:

Garis dan Sudut

a. Garis
  • Pengertian, Garis adalah deretan titik – titik ( bisa tak terhingga jumlahnya) yang saling bersebelahan dan memanjang kedua arah.
b. Kedudukan Dua Garis
  • Dua Garis Sejajar, Dua garis dikatakan sejajar jika kedua garis terletak satu bidang dan jika diperpanjang tidak akan berpotongan.
  • Dua Garis Berpotongan, Dua garis dikatakan berpotongan jika kedua garis itu mempunyai sebuah titik potong ( titik persekutuan).
  • Dua Garis Berhimpit, Dua garis dikatakan berimpit jika kedua garis mempunyai paling sedikit dua titik potong. Misalnya jam dinding yang menunjukkan pukul 12.00 dimana jarum jamnya saling berhimpit
  • Dua Garis Bersilangan, Dua garis dikatakan bersilangan jika kedua garis tidak sejajar dan garis itu tidak terletak dalam satu bidang. Misalnya adalah jalan layang.

c. Sudut
  • Pengertian Sudut, Sudut adalah daerah yang dibentuk oleh pertemuan antara dua buah sinar atau dua buah garis lurus.
  • Besar Sudut, Besar suatu sudut dapat dinyatakan dalam satuan derajat (º ), menit ( ‘ ), dan detik ( “ ). Hubungan antara derajat ( º ), menit ( ‘ ), dan detik ( “ ) dapat dituliskan sebagai berikut :
1" dibaca 1 Detik

1' dibaca 1 Menit
1º  dibaca 1 Derajat (atau kita pakai pengandaian jam)
Contoh: 
              130" = 2' 10" (dua menit sepuluh detik senilai dengan 130 detik)  
Dibawah ini simulasi pembelajaran powerpoint:

Garis singgung persekutuan luar

Materi menghitung garis singgung persekutuan dua lingkaran ada dua macam:
  1. Menghitung panjang garis singgung persekutuan dalam dan
  2. Menghitung panjang garis singgung persekutuan luar 
Pada kesempatan ini saya menjelaskan garis besar materi Garis singgung persekutuan luar dua lingkaran, yang di rumuskan :



Keterangan :
                  p = Panjang garis singgung persekutuan luar
                  s = Jarak titik pusat kedua lingkaran
                  R = Jari-jari besar
                  r  = jari-jari keci
kita pelajari pada kelas VIII Semester 2,Berikut simulasi menghitung panjang garis singgung persekutuan luar:



Latihan :

Dua buah lingkaran berdiameter 12 cm dan 6 cm. garis singgung persekutuan luar 12 cm, jarak kedua pusat lingkaran adalah...

Jawab :

            Selamat mencoba,,,,,



                                                                                                      Salam Penulis,
                                                                                                             
                                                                                                      Adi Permana

Jadilah sosok kesatria sejati yang tak kenal menyerah dan mengalah, walaupun nantinya gagal minimal kau pernah bermimpi untuk dapat meraihnya...